Download Silabus Tematik SD Kurikulum 2013
Kali aja dibutuhkan..
Laman
Jumat, 07 Juni 2013
Kamis, 06 Juni 2013
Rabu, 05 Juni 2013
Buku Teks SD Kurikulum 2013 Berlaku Sekali Pakai
Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/
Jakarta--Buku teks
pelajaran jenjang sekolah dasar (SD) Kurikulum 2013 akan berlaku untuk
sekali pakai. Pada tahun berikutnya, pemerintah akan mencetak buku baru.
Pencetakan buku ini akan dilakukan setiap tahun.
“Buku akan dicetak tiap tahun karena buku untuk SD tidak bisa digunakan untuk (peserta didik) berikutnya karena dicoret-coret,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (5/6/2013).
Ramon mengatakan, evaluasi peserta didik dilakukan dengan menilai portofolio. Pengukuran, kata dia, dilakukan secara otentik atas apa yang mereka lakukan dan dinilai secara kualitatif. “Semua aktivitas mereka dikumpulkan oleh guru dan bisa dilihat prosesnya dengan tugas yang diberikan,” katanya.
Ramon menyampaikan, pemerintah akan mencetak buku dan dibagikan kepada sebanyak jumlah peserta didik dan diberikan secara gratis. “Orang tua tidak akan dibebani. Dicetak gratis,” katanya.
Ramon mengatakan, untuk jenjang SD kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Dia menyebutkan, untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, kata dia, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.
“Seharusnya untuk satu tahun kelas 1 ada 8 tema dan kelas 4 ada 9 tema. Tapi sekarang yang dikembangkan baru 4 buku pertama saja. Buku semestar kedua dikembangkan setelah ini selesai semua dan akan digunakan Januari tahun depan,” kata Ramon.
Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.
“Buku akan dicetak tiap tahun karena buku untuk SD tidak bisa digunakan untuk (peserta didik) berikutnya karena dicoret-coret,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (5/6/2013).
Ramon mengatakan, evaluasi peserta didik dilakukan dengan menilai portofolio. Pengukuran, kata dia, dilakukan secara otentik atas apa yang mereka lakukan dan dinilai secara kualitatif. “Semua aktivitas mereka dikumpulkan oleh guru dan bisa dilihat prosesnya dengan tugas yang diberikan,” katanya.
Ramon menyampaikan, pemerintah akan mencetak buku dan dibagikan kepada sebanyak jumlah peserta didik dan diberikan secara gratis. “Orang tua tidak akan dibebani. Dicetak gratis,” katanya.
Ramon mengatakan, untuk jenjang SD kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Dia menyebutkan, untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, kata dia, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.
“Seharusnya untuk satu tahun kelas 1 ada 8 tema dan kelas 4 ada 9 tema. Tapi sekarang yang dikembangkan baru 4 buku pertama saja. Buku semestar kedua dikembangkan setelah ini selesai semua dan akan digunakan Januari tahun depan,” kata Ramon.
Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.
Sabtu, 01 Juni 2013
Daftar Peserta UN SMP/MTs 2013, Sekolah, dan Provinsi dengan Rerata Nilai UN Murni Tertinggi
Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/
Jakarta—Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merilis daftar peserta didik,
sekolah/madrasah, dan provinsi dengan rerata nilai Ujian Nasional (UN)
SMP Tahun Pelajaran 2012/2013 murni tertinggi. Sebanyak 12 peserta ujian
dari 3.667.241 total peserta ujian meraih nilai tertinggi.
Mereka adalah Stella Angelina, dari SMP Kasih
Karunia, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, dengan nilai 9.90; Petra
Julian Abigail, dari SMP Tarakanita 4, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta
dengan nilai 9.90; Anak Agung Ayu Vira Sonia, SMP N 1 Denpasar, Kota
Denpasar, Bali, dengan nilai 9.90; dan Jessica Jane, SMP Kristen 1 BPK
Penabur, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta dengan nilai 9.89.
Berikutnya, Shofiya Qurrotu A'yunin, MTS N 1
Malang, Kota Malang, Jakarta Timur dengan nilai 9.85; Cahaya Carla
Bangsawan, SMP N 2 Kota Bandar Lampung, Lampung dengan nilai 9.85;
Kirana Widiani Lestari, SMP Negeri 85, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta
dengan nilai 9.84; Setiati Nur Chasanah, SMP N 1 Magelang, Kota
Magelang, Jawa Tengah, dengan nilai 9.84; dam Maratus Solichah, SMP N 1
Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan nilai 9.84;
Selanjutnya, Farrell Gerard Adeovinson Rey, SMP
Masehi Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dengan nilai 9.84;
Juligo Al Paraby Saragih, SMP Swasta Al-Muslimin Pandan. Kabupaten
Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dengan nilai 9.84; dan Biani Masita
Himawan, SMP N 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali dengan nilai 9.84.
Adapun 10 SMP/MTs dengan rerata nilai UN tertinggi
adalah SMPN 1 Magelang, Jawa Tengah dengan rerata nilai 9,14, SMPN 115
Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,11), Labschool Kebayoran, Kota
Jakarta Selatan, DKI Jakarta (9,08), dan SMPN 1 Lamongan, Kabupaten
Lamongan, Jawa Timur (9,06).
Berikutnya adalah SMPN 1 Tanjungbumi, Kabupaten
Bangkalan, Jawa Timur (9,05), SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali
(9,05), SMP Kanisius, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9,03), SMP K 2
Penabur, Kota Jakarta Pusat (9,01), SMPN 49 Kota Jakarta Timur, DKI
Jakarta (8,98), dan SMPN 1 Surabaya, Jawa Timur (8,97).
Sementara 10 Provinsi dengan rerata UN murni
tertinggi adalah DKI Jakarta (7,50), Sumatera Utara (7,10), Sumatera
Selatan (6,75), Papua Barat (6,67), Jawa Timur (6,61), Kalimantan Tengah
(6,55), Bali (6,45), Nusa Tenggara Barat (6,44), Kalimantan Selatan
(6,42), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (6,39).
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

